Powered By Blogger

Rabu, 11 September 2013

Penyuluhan merupakan suatu pelayanan pendidikan di luar bangku sekolah untuk melatih & mempengaruhi seseorang agar menerapkan praktek maju dalam produksi pertanian & peternakan, manajemen, penyimpanan & pemasaran. Perhatian tak hanya ditujukan untuk mendidik & mempercepat penerapan suatu praktek maju tertentu, tetapi juga mengubah pandangan masyarkat sehingga ia lebih mau menerima, dan atas prakarsanya sendiri terus menerus mencari cara untuk memperbaiki usahanya (FAO).
Penyuluhan merupakan suatu pelayanan / sistem untuk membantu masyarakat melalui cara pendidikan, dalam memperbaiki metode & teknik usaha, meningkatkan efisiensi produksi dan pendapatan, lebih memperbaiki tingkat hidup mereka dan mengangkat standar sosial & pendidikan dari kehidupan pedesaan (Farquhar).
Penyuluhan merupakan suatu sistem pendidikan diluar sekolahan untuk keluarga di pedesaan, dimana mereka belajar sambil berbuat untuk menjadi mau, tahu dan bisa menyelesaikan sendiri masalah yang dihadapinya secara baik, menguntungkan dan memuaskan.
Jadi penyuluhan adalah bentuk pendidikan yang cara, bahan & sarananya disesuaikan dengan keadaan, kebutuhan dan kepentingan, baik dari segi sasaran, waktu dan tempat (wiriaatmadja).
Dengan pencanangan Revitalisasi Pertanian, Perikanan dan Kehutanan pada tanggal 11 Juni 2005 oleh Presiden RI, menyebabkan terjadinya perubahan pengertian penyuluhan. Menurut Undang-undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (UU SP3K), arti penyuluhan itu adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumber daya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan dan kesejahteraannya serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup.
Metode penyuluhan dapat diartikan sebagai cara atau teknik penyampaian materi penyuluhan oleh para penyuluh kepada masyrakat baik secara langsung maupun tidak langsung, agar mereka tahu, mau dan mampu menerapkan inovasi (teknologi baru). Umumnya pesan terdiri dari sejumlah simbol dan isi pesan inilah yang memperoleh perlakuan. Bentuk perlakuan tersebut memilih, menata, menyederhanakan, menyajikan dll. Dilain pihak simbol dapat diartikan kode-kode yang digunakan pada pesan. Simbol yang mudah diamati dan paling banyak digunakan yaitu bahasa. Keputusan-keputusan yang dibuat oleh penyuluh atau sumber untuk memilih serta menata isi pesan dan simbol yang digunakan pada pesan dapat dikatakan teknik penyuluhan. Dilain pihak kegiatan penyuluhn ini terlibat dalam proses belajar mengajar karena penyuluhan termasuk dalam sistem pendidikan non formal. Sesuai dengan tujuan, proses belajar mengajar dalam penyuluhan menghendaki retensi yang tinggi atau efek yang maksimal. Untuk memperoleh retensi yang tinggi setiap audien memerlukan belajar yang berulang.
Sedangkan teknik penyuluhan dapat didefinisikan sebagai keputusan–keputusan yang dibuat oleh sumber atau penyuluh dalam memilih serta menata simbul dan isi pesan menentukan pilihan cara dan frekuensi penyampaian pesan serta menentukan bentuk penyajian pesan.
Jadi metode dan teknik penyuluhan merupakan cara dan prosedur yang dilakukan oleh seorang agen pembaharu/penyuluh di bidangnya masing-masing, yang bertujuan untuk membantu mengubah perilaku masyarakat ke arah yang lebih baik. Metode dan teknik penyuluhan ini akan efektif apabila digunakan atau diterapkan secara tepat.
· Peranan Penyuluh
1. Pendidik
2. Penyebar hasil riset
3. Membantu pengambilan keputusan
4. Pemberi dorongan moral
5. Pembantu perolehan sumber daya baru
6. Pendorong peningkatan produksi (adopsi inovasi).
B. Prinsip-prinsip Metoda Penyuluhan
Satu hal yang harus diperhatikan oleh setiap penyuluh sebelum menerapkan suatu metoda penyuluhan adalah, perlu memahami prinsip-prinsip metoda penyuluhan, yang dapat dijadikannya sebagai landasan untuk memilih metoda yang tepat. Tentang hal ini, Suzuki (1984) mengemukakan adanya beberapa prinsip metoda penyuluhan yang meliputi:
1. Pengembangan untuk berpikir kreatif
Melalui penyuluhan, bukanlah dimaksudkan agar masyarakat penerima manfaat selalu menguntungkan diri kepadaa petunjuk, nasehat, atau bimbingan penyulunya. Tetapi sebaliknya, melalui penyuluhan harus mampu dihasilkannya masyarakat yang mampu dengan upayanya sendiri mengatasi masalah-masalah yang dihadapi, serta mampu mengembangkan kreativitasnya untuk memanfaatkan setiap potensi dan peluang yang dike-tahuinya untuk terus menerus dapat memperbaiki mutu hidupnya. Karena itu, pada setiap kegiatan penyuluhan, seorang penyuluh harus mampu memilih metoda yang sejauh mungkin dapat mengembangkan daya nalar dan kreativitas masyarakat penerima manfaatnya.
2. Tempat yang paling baik adalah di tempat kegiatan penerima manfaat
Dapat dipastikan bahwa, setiap individu sangat mencintai profesinya, karena itu tidak suka diganggu (untuk meninggalkan pekerjaan rutinnya), serta selalu berperilaku sesuai dengan pengalamannya sendiri dan kenyataan-kenyataan yang dihadapinya sehari-hari. Oleh sebab itu, dalam banyak kasus, kegiatan penyuluhan sebaiknya dilaksanakan dengan menerapkan metoda-metoda yang dapat dilaksanakan di lingkungan pekerjaan (kegiatan) penerima manfaatnya. Hal ini dimaksudkan agar:
a. Tidak banyak mengganggu (menyita waktu) kegiatan rutinnya.
b. Penyuluh dapat memahami betul keadaan penerima manfaat, termasuk masalah-masalah yang dihadapi dan potensi serta peluang yang dapat dimanfaatkan untuk perbaikan mutu hidup mereka.
c. Kepada penerima manfaat dapat ditunjukkan contoh-contoh nyata tentang masalah dan potensi serta peluang yang dapat ditemukan di lingkungan pekerjaannya sendiri, sehingga mudah dipahami dan diresapi serta diingat oleh penerima manfaatnya.
3. Setiap individu terikat dengan lingkungan sosialnya
Sebagai makhluk sosial, setiap individu akan selalu berperilaku sesuai dengan kondisi lingkungan sosialnya, atau setidak-tidaknya akan selalu berusaha menyesuaikan diri dengan perilaku orang-orang di sekitarnya. Karena itu, kegiatan penyuluhan akan lebih efisien jika diterapkan hanya kepada beberapa warga masyarakat, terutama yang diakui oleh lingkungannya sebagai panutan yang baik.
4. Ciptakan hubungan yang akrab dengan penerima manfaat
Kegiatan penyuluhan adalah upaya mengubah perilaku orang lain secara persuasif dengan menerapkan sistem pendidikan. Adanya hubungan pribadi yang akrab antara penyuluh dengan penerima manfaatnya, akan merupakan syarat yang harus dipenuhi, setidak-tidaknya akan memperlancar kegiatan penyuluhan itu sendiri. Keakraban hubungan antara penyuluh dan penerima manfaat ini menjadi sangat penting. Karena dengan keakraban itu akan tercipta suatu keterbukaan mengemukakan masalah dan menyampaikan pendapat. Di samping itu, saran-saran yang disampaikan penyuluh dapat diterima dengan senang hati seperti layaknya saran seorang sahabat tanpa ada prasangka atau merasa dipaksa.
5. Memberikan sesuatu untuk terjadinya perubahan
Kegiatan penyuluhan adalah upaya untuk mengubah perilaku penerima manfaat, baik pengetahuannya, sikapnya, atau ketram-pilannya. Dengan demikian, metoda yang diterapkan harus mampu merangsang penerima manfaat untuk selalu siap (dalam arti sikap dan pikiran) dan dengan suka-hati atas kesadaran ataupun pertim-bangan nalarnya sendiri melakukan perubahan-perubahan demi perbaikan mutu hidupnya sendiri, keluarganya, dan masyarakatnya.
C. Pendekatan-pendekatan Untuk Memilih Metoda Penyuluhan
penyuluhan pada dasarnya merupakan:
1) Proses komunikasi, yang memiliki khusus untuk mengkomuni-kasikan untuk mengkomunikasikan inovasi di dalam proses pengembangan.
2) Proses perubahan perilaku melalui pendidikan, yang memiliki sifat khusus sebagai sistem pendidikan non- formal dan pendi-dikan orang dewasa (adult education).
Bertolak dari pemahaman tentang pengertian penyuluhan seperti itu, pemilihan metoda penyuluhan dapat dilakukan dengan melakukan pendekatan-pendekatan seperti berikut:
1) Metoda penyuluhan dan proses komunikasi
Untuk memilih metoda berkomunikasi yang efektif, Mardikanto (1982) mengenalkan adanya tiga cara pendekatan yang dapat juga diterapkan dalam pemilihan metoda penyuluhan, yaitu yang didasarkan pada:
a) media yang digunakaan,
b) sifat hubungan antara penyuluh dan penerima manfaatnya
c) pendekatan psiko-sosial yang dikaitkan dengan tahapan adopsinya
Beberapa jenis metode penyuluhan yang dapat diterapkan:
· Ceramah
Ceramah merupakan suatu pertemuan untuk menyampaikan informasi sebanyak-banyaknya dalam waktu yang relatif cepat. Tujuannya untuk menyampaikan informasi yang lengkap dengan penyelasan yang lebih mendalam.
· Demonstrasi
Demonstrasi merupakan suatu metode penyuluhan di lapangan untuk memperlihatkan / membuktikan secara nyata tentang cara dan atau hasil penerapan teknologi yang telah terbukti menguntungkan bagi masyarakat. Berdasarkan sasaran yang akan dicapai demonstrasi dibedakan atas demostrasi usaha perorangan (demplot), demonstrasi usaha kelompok (demfarm), demonstrasi usaha gabungan kelompok (dem area)
(2) Metoda penyuluhan dalam pendidikan non formal
Salah satu ciri utama yang membedakan antara pendidikan formal dan pendidikan non formal adalah bahwa penyelenggaraan pendidikan non formal (seperti halnya penyuluhan) dapat diselenggarakan kapan saja, dan di mana saja. Dengan demikian, metoda yang akan diterapkan di dalam pelaksanaan penyuluhan dapat menerapkan metoda pendidikan formal (ceramah, diskusi, belajar-mandiri) atau metoda yang tidak pernah diterapkan dalam sistem pendidikan formal seperti: pameran, kunjungan ke rumah (anjang sana), dll. Ciri lain, kegiatan pendidikan non-formal (termasuk penyuluhan) selalu diprogram sesuai dengan kebutuhaan penerima manfaat. Artinya, berbeda dengan pendidikan formal yang telah memiliki program yang dibakukan, sehingga setiap peserta harus mengikuti/menyesuaikan diri dengan program pendidikan tersebut.
Setiap kegiatan pendidikan non-formal (kegiatan penyuluhan) harus selalu menyesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan penerima manfaatnya. Dengan demikian, metoda penyuluhan yang akan dipilih harus selalu disesuaikan dengan karakteristik penerima manfaat-nya, sumberdaya yang tersedia atau yang dapat dimanfaatkan, serta keadaan lingkungan (termasuk tempat dan waktu) diselenggarakan kegiatan penyuluhan tersebut.
(3) Metoda penyuluhan dalam pendidikan orang dewasa
Freire (1973) menyatakan bahwa pendidikan (terutama pendidikan orang dewasa, penyuluhan) adalah merupakan proses penyadaran menuju kepada pembebasan. Oleh sebab itu, proses pendidikan harus dibebaskan dari upaya-upaya menciptakan ketergantungan atau bentuk-bentuk penindasan baru. Artinya, melalui pendidikan, penerima manfaat didik harus diberi kesempatan seluas-luasnya untuk menyampaikan pengalaman dan mengembangkan daya nalarnya, sehingga di dalam proses pendidikan tersebut kedudukan pendidik dan yang dididik sama derajatnya.
Selaras dengan itu, salah satu ciri utama dari pendidikan orang dewasa adalah keberhasilan pendidikan tidak tergantung pada seberapa banyak materi yang diajarkan, atau seberapa jauh tingkat pemahaman warga terdidik terhadap materi yang diajarkan, tetapi lebih dicirikan pada seberapa jauh program pendidikan tersebut mampu mengembangkan dialog antara pendidik dan yang dididik. Karena itu, pemilihan metoda pendidikan orang dewasa (seperti halnya penyuluhan) harus lebih diutamakan pada metoda-metoda yang memungkinkan adanya dialog baik antara pendidik dan yang dididik maupun antara sesama peserta didik. Dengan demikian, metoda diskusi umumnya lebih baik dibanding dengan metoda kuliah atau ceramah.
Di samping itu, harus selalu diingat bahwa penerima manfaat pen-didikan orang dewasa adalah orang-orang dewasa yang di sam-ping telah memiliki pengalaman, perasaan dan harga diri (yang tidak mudah dan tidak ingin digurui), mereka umumnya juga memi-liki banyak kegiatan (tidak memiliki banyak waktu untuk belajar), dan merupakan pribadi-pribadi yang umumnya telah mengalami kemunduran (baik kemunduran kemampuan fisiknya maupun semangat belajar).
Oleh karena itu, pemilihaan metoda pendidikan orang dewasa (termasukpenyuluhan) harus selalu mempertimbangkan
a. Waktu penyelenggaraan yang tidak terlalu mengganggu kegiatan
b. pekerjaan pokoknya.
c. Waktu penyelenggaraan sesingkat mungkin.
d. Lebih banyak menggunakan alat peraga.
Hal lain yang juga harus diperhatikan dalam pemilihan metoda pendidikan orang dewasa (termasuk penyuluhan) adalah, bahwa program pendidikan harus lebih banyak mengacu kepada pemecahan masalah yang sedang dan akan dihadapi, dibanding dengan upaya menambah pengalaman belajar, baik yang berupa pengetahuan, sikap, maupun ketrampilan-ketrampilan baru.
Berkaitan dengan hal ini, Scmidt (1974) menekankan agar pemilihan metoda pendidikan orang dewasa (termasuk penyuluhan) harus selalu mengacu kepada tujuan yang ingin dicapai oleh program pendidikan yang pada dasarnya terbagi menjadi dua, yaitu:
a) Menata pengalaman masa lampau yang telah dimilikinya dengan cara baru, dan
b) Memberikan pengalaman baru (pengetahuan, sikap, ketrampilan).


D. Lingkup Analisis Penggunaan metode dan teknik penyuluhan
Metode penyuluhan merupakan cara penyampaian pesan agar dapat terjadi perubahan sehingga sasaran tahu, mau dan mampu dalam menerapkan inovasi baru. Ketika penyuluh telah dapat menetapkan cara untuk menyampaikan pesan diharapkan keputusan tersebut dapat memberikan tingkat efektivitas yang optimal maksimal untuk kegiatannya. Untuk mengamati apakah cara untuk menyampaikan suatu pesan itu tersebut berdaya guna ataukah perlu disempurnakan dapat dilakukan analisis tingkat efektivitasnya.
Sesuai dengan pendayagunaan teknik penyuluhan yaitu terjadinya efek yang optimal dalam proses komunikasi inovasi. Oleh karena itu keputusan cara penyampaian pesan yang diambil penyuluh harus dapat ditata dan diolah.
1. Lingkup teknik pendayagunaan penyuluhan meliputi :
a. Memilih dan menata simbol,
b. Memilih dan menata isi pesan,
c. memilih cara penyamapain pesan baik tunggal maupun kombinasi
2. Lingkup pendayagunaan teknik penyuluhan dalam perlakuan terhadap simbol :
a. Memilih bahasa yang tepat
b. Memilih bentuk bahasa
c. Memilih kata-kata yang mudah dimengerti
d. Mendayagunakan tatabahasa dan gaya bahasa
e. Mendayagunakan inovasi dan aksentuasi
3. Lingkup pendayagunaan teknik penyuluhan dalam perlakuan terhadap pesan
a. Memilih isi pesan yang memenuhi persyaratan inovasi yang dianjurkan
b. Menata isi pesan agar
· Cocok dengan cara penyampaian yang digunakan
· Cocok dengan bentuk penyajian yang di tampilkan
· Sesuai dengan daya anut sasaran
Saling mengisi dengan kegiatan petani sesuai dengan tahapan proses adopsi.
2. Surat menyurat

Metode surat menyurat adalah metode penyuluhan yang dilakukan oleh penyuluh melalui pengiriman barang cetakan (gambar, leaflet, booklet, buletin, majalah, dan lain-lain), kepada sasrannya, baik perorangan maupun kelompok. Karena itu, metode karyawisata sering kali juga merupakan bagian dari pelaksaan metode pertemuan yang disamping merupakan acara selingan untuk menghibur, juga untuk menambah pengalaman yang menunjang materi yang telah disampaikan agar proses adopsi dapat lebih cepat dicapai. Disampinng itu, karyawisata dimaksudkan juga untuk menumbuhkan imajinasi dan merangsang daya pikir kreatif pada diri sasarannya.

3. Karyawisata

Beberapa sasaran (objek) karyawisata yang dipilih dapat berupa :
Individu atau kelompok yang memiliki kesamaan kondisi seperti yang dimiliki sasaran , tetapi telah melakukan kegiatan-kegiatan yang mencapai prestasi yang lebih baik dengan menerapkan inovasi-inivasi yang belum atau sedang disuluhkan
Lembaga-lembaga penelitian atau pusat-pusat informasi yang diharapkan dapat memberikan pengalaman-pengalaman baru, menunjukkan alternatif-alternatif.
Metode karyawisata, sebenarnya tidak banyak berbeda dengan metode kunjungan (anjangsana dan anjangkarya) bedanya adalah :

Penyuluh dengan mengajak sasaran penyuluhannya (perorangan atau kelompok) mengunjungi objek tertentu yang sudah direncanakan/dipilih. Jadi sasaran penyuluhan adalah yang diajak bukannya yang dikunjungi.
Dalam karyawisata, kegiatan penyuluhan dibarengi dengan upaya menghibur sasaran penyuluhannya.
Metode karyawisata ini, dimaksudkan untuk menambah wawasan (sikap dan pengetahuan) sasaran penyuluhan untuk melakukan studi banding antara pengalaman-pengalaman yang sudah dimilikinya dengan pengalaman-pengalaman yang akan diperoleh setelah mengunjungi objek-objek yang dituju.

Metode karyawisata ini, seringkali dikaitkan dengan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan yang menggunakan metode lain baik yang sedang, telah atau akan dilaksanakan.

Dalam melaksanakan metode ini, bila tidak dikombinasikan dengan metode lain, hanya akan menambah pengetahuan petani saja, menggugah kesadaran, minat dan menilai sampai mencoba, sedang untuk menambah keterampilan sering kali kurang efektif. Karena itulah kegiatan penyuluhan kehutanan dengan metode ini perlu dikombinasikan dengan metode lain misalnya melalui media kelompen capir.

4. Kunjungan (anjangsana dan anjang karya)

Baik metode anjangsana dan anjang karya, keduanya merupakan metode kunjungan yaitu penyuluhan yang dilaksanakan oleh seorang penyuluh kehutanan dengan melakukan kunjungan kepada sasarannya dengan perorangan dan kelompok, baik di rumah/di tempat tinggal (anjangsana) atau pun di tempat-tempat mereka biasanya melakukan kegiatan sehari-hari (anjang karya).

Metode ini sangat efektif dan akan lebih efisien jika diterapkan untuk sasaran yang setidak-tidaknya sudah pada tahap “menilai” untuk mempengaruhi pikiran dan keterampilannya.
8. Pertemuan umum

Metode pertemuan umum sebenarnya tidak banyak berbeda dengan metode pertemuan kelompok. Bedanya adalah :
Pada umumnya diselenggarakan pada tempat terbuka, sehingga dapat menampung jumlah peserta yang jauh lebih besar dibanding pertemuan kelompok.
Karena jumlah peserta sangat banyak, kepada sasaran sama sekali tidak ada kesempatan untuk menyampaikan pendapat pribadinya sendiri.
Karena itu metode pertemuan umum hanya efektif untuk mempengaruhi sikap dan pengetahuan sasaran guna membangkitkan kesadaran dan minat sasaran penyuluhan kehutanan.
Sebagai metode penyuluhan kehutanan, dalam mengadakan pertemuan umum harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
Harus menarik perhatian masyarakat luas
Pembicara harus memiliki kualifikasi yang baik
Dilaksanakan pada waktu dan tempat yang sesuai
9. Pameran

Pameran merupakan media penyuluhan kehutanan pertanian yang digunakan sebagai pelaksanaan dari metode penyuluhan kehutanan massal. Sifat pengunjungnya heterogen, tidak terbatas hanya kepada petani, tetapi juga orang yang bukan petani. Di dalam pameran akan dijumpai berbagai macam visual aid (perlengkapan visual) yang digunakan secara tunggal atau kombinasi.

Tujuan dari pameran pembangunan hutan adalah :
Memperlihatkan fakta dengan dasar memberi informasi kepada pengunjung
Memperlihatkan suatu acara artinya mengajar bagaimana cara mengerjakannya
Memajukan suatu usaha
Memperkenalkan hasil-hasil usaha, memperlihatkan hasil yang dicapai, yang kuantitas dan kualitasnya baik, dan lain-lain.
Manfaat dari penerapan metode pameran ini adalah karena pemeran ini dapat diselenggarakan sebagai wujud pangharapan pemerintah terhadap karya dan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan nasional, sekaligus sebagai sarana hiburan bagi warga masyarakat luas yang pada umumnya sangat langka atau tidak terjangkau oleh masyarakat lapisan bawah sehingga penyelenggaraan pameran itu sendiri dapat lebih mendorong seluruh warga masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam pembangunan kehutanan, karena mereka juga merasa diperhatikan dan diakui keberadaannya.

10. Pertunjukan

Penyuluhan kehutanan dengan metode pertunjukan adalah kegiatan penyuluhan kehutanan yang dikaitkan dengan penyelengaraan suatu pertunjukan (kesenian), baik yang dilaksanakan khusus untuk keperluan penyuluhan kehutanan, atau pun yang dilaksanakan dengan menyampaikan pesan-pesan yang diinginkan.

Penyuluhan kehutanan dengan metode pertunjukan, juga tidak akan efektif jika :
Pertunjukan itu sendiri tidak menarik untuk ditonton baik dari cerita maupun pemerannya.
Cerita yang begitu memikat perasaan penonton untuk larut di dalam setiap adegan atau alur ceritanya.
Penyampaian pesan oleh pemesan yang kurang baik.
Sebagai metode penyuluhan kehutanan, metode ini mampu digunakan untuk mempengaruhi sikap pengetahuan dan bahkan keterampilan-keterampilan tertentu. Sehingga umumnya sangat efektif untuk menggugah kesadaran, menumbuhkan minat, menilai atau bahkan bagi sasaran dalam tahapan mencoba (meskipun sangat kecil manfaatnya).

11. Siaran radio

Radio adalah media komunikasi secara lisan yang sifatnya tidak langsung. Pemberi informasi tidak dapat dilihat atau tidak berhadapan yang diberi informasi. Melalui media radio dapat diselenggarakan siaran pedesaan yang materi siarannya menyangkut penerangan dan penjelasan mengenai suatu teknik pemanfaatan lahan/hutan, dilengkapi dengan tanya jawab.

Kelemahan penggunaan metode siaran radio adalah :
Masyarakat sasaran relative sulit menangkap dan memahami pesan-pesan yang hanya diterima melalui pendengaran saja.
Sering sulit didengar bila terjadi gangguan dalam penyiaran.
Kesulitan dalam merancang program siaran yang sesuai dengan kebutuhan seluruh masyarakat sasarannya.
12. Siaran televisi

Metode siaran televisi sebenarnya tidak jauh berbeda dengan metode siaran radio, hanya saja di sini dipakai televisi sebagai media komunikasi yang digunakan oleh penyuluh kehutanan maupun masyarakat sasarannya.

Berbeda dengan siaran radio, penggunaan TV sebagai media penyuluhan kehutanan karena masyarakat sasaran tidak hanya mendengarkan suara penyuluh kehutanan, tetapi dapat pula melihat dan memperhatikan segala peragaan yang ingin diungkapkan oleh penyuluh kehutanan baik melalui suara, gerakan-gerakan, maupun cintoh-contoh, bahkan demonstrasi-demonstrasi atau percakapan. Dengan demikian, penyuluhan kehutanan dengan menggunakan metode siaran TV dapat pula dinikmati oleh sasaran.